Aku suka membaca, meskipun kadang kecepatan membacaku tidak selalu bisa mengimbangi panjangnya daftar buku yang ingin kubaca.
Ada buku yang sudah selesai kubaca, ada yang masih menunggu di rak, ada pula yang baru masuk daftar setelah melihat rekomendasi orang lain. Karena itu, aku ingin membuat satu halaman khusus untuk mencatat perjalanan membaca ini.
Bukan daftar buku terbaik. Bukan pula ranking buku.
Ini hanya daftar buku yang sudah aku baca dan buku yang ingin aku baca.
Dan tentu saja, daftar ini akan terus bertambah.
Buku yang Sudah Aku Baca
Untuk sementara, beberapa buku yang sudah selesai kubaca adalah:
1. Harimau! Harimau! — Mochtar Lubis
Salah satu novel yang cukup membekas. Ceritanya tentang sekelompok pencari damar yang diburu harimau di tengah hutan, tetapi pada akhirnya justru membawa kita melihat “harimau” yang ada di dalam diri manusia.
Salah satu kalimat yang paling kuingat:
“Bunuhlah harimau di dalam dirimu sendiri.”
Aku pernah menulis review lebih panjang tentang Harimau! Harimau! karya Mochtar Lubis di artikel tersendiri.
2. Dompet Ayah Sepatu Ibu — J.S. Khairen
Novel J.S. Khairen yang membawa cerita tentang keluarga, perjuangan, pendidikan, dan perjalanan hidup. Salah satu buku yang mengingatkanku bahwa cerita tentang keluarga sering kali punya cara sendiri untuk menyentuh pembacanya.
3. Janji — Tere Liye
Novel Tere Liye yang membawa pembaca mengikuti perjalanan dan kisah para tokohnya dengan berbagai persoalan kehidupan. Seperti banyak karya Tere Liye lainnya, cerita ini juga menyelipkan banyak renungan tentang manusia dan pilihan hidup.
4. Laut Bercerita — Leila S. Chudori
Novel yang bercerita tentang kehilangan, persahabatan, keluarga, dan sejarah kelam Indonesia. Laut Bercerita menjadi salah satu buku yang membuat sejarah terasa lebih dekat karena disampaikan melalui pengalaman personal para tokohnya.
5. Kado Terbaik — J.S. Khairen
Satu lagi karya J.S. Khairen yang sudah masuk daftar bacaku. Cerita tentang keluarga dan kehidupan yang kembali mengajak pembaca melihat bagaimana keadaan bisa membentuk seseorang.
6. Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati — Brian Krisna
Judulnya saja sudah cukup membuat penasaran.
Novel ini membawa cerita dengan pendekatan yang ringan, tetapi tetap menyentuh persoalan kehidupan, kesepian, dan manusia dengan segala kekacauannya.
Buku yang Ingin Aku Baca
Nah, ini bagian yang biasanya jauh lebih panjang.
Daftar buku yang ingin kubaca selalu bertambah lebih cepat daripada buku yang berhasil kuselesaikan.
Berikut beberapa yang saat ini masuk reading list-ku:
- Senja di Jakarta — Mochtar Lubis
- Guru Aini — Andrea Hirata
- Tenggelamnya Kapal Van der Wijck — Hamka
- Sirkus Pohon — Andrea Hirata
- Laskar Pelangi — Andrea Hirata
- Ayah — Andrea Hirata
- Tentang Kamu — Tere Liye
- Rumah — J.S. Khairen
- TBJP — Tere Liye
- Merantau ke Deli — Hamka
- Rindu — Tere Liye
- Di Bawah Lindungan Ka’bah — Hamka
- Tidak Ada Esok — Mochtar Lubis
Kalau diperhatikan, daftar ini cukup didominasi oleh beberapa nama: Andrea Hirata, Tere Liye, Hamka, Mochtar Lubis, dan J.S. Khairen.
Sepertinya aku memang sedang punya beberapa pekerjaan rumah dalam dunia membaca.
Terutama karya-karya klasik Indonesia.
Ada Laskar Pelangi yang entah kenapa baru akan kubaca sekarang. Ada Tenggelamnya Kapal Van der Wijck dan Di Bawah Lindungan Ka’bah karya Hamka yang sudah lama masuk daftar. Ada pula karya Mochtar Lubis seperti Senja di Jakarta dan Tidak Ada Esok yang ingin segera kubaca setelah sebelumnya menikmati Harimau! Harimau!.
Mungkin membaca memang tidak pernah benar-benar selesai.
Satu buku selesai, muncul tiga buku baru yang ingin dibaca.
Dan semakin banyak membaca, semakin sadar bahwa ternyata masih banyak sekali yang belum kita tahu.
Untuk sekarang, biarlah daftar ini menjadi pengingat.
Buku mana yang sudah selesai kubaca, dan buku mana yang masih menunggu untuk kubuka.
Barangkali beberapa bulan dari sekarang, daftar ini sudah berubah lagi.
Semoga saja bagian “sudah dibaca” bertambah lebih cepat daripada bagian “ingin dibaca”.
