Hai teman-teman pembelajar bahasa Inggris! Seperti yang kalian semua tahu, aku sudah sekitar empat tahun menjadi pengajar Bahasa Inggris di Kampung Inggris dan saat ini mengajar penuh waktu di LTE Cruise, Sekolah Perhotelan dan Kapal Pesiar di Pare, Kediri. Hari ini, bersama member Executive periode Desember 2023, aku mengadakan exam. Tapi aku tidak memberikan soal grammar, vocabulary, atau speaking seperti biasanya, melainkan tugas sederhana untuk mempresentasikan rencana lima tahun ke depan.
Mungkin muncul pertanyaan, kenapa harus lima tahun? Terkadang kita terlalu sibuk dengan rutinitas harian hingga lupa bertanya pada diri sendiri akan jadi apa kita nanti. Setiap orang sebenarnya punya mimpi, entah melanjutkan pendidikan, mendapat pekerjaan yang lebih baik, berbisnis, membeli rumah, atau sekadar hidup tenang. Sayangnya, banyak yang hanya menyimpannya di kepala tanpa duduk memikirkannya atau menyusun langkah nyata.
Membayangkan kehidupan lima tahun ke depan bukanlah tentang kepastian, karena rencana bisa saja berubah seiring hadirnya kesempatan atau kegagalan baru. Namun, memiliki gambaran masa depan itu seperti memegang peta perjalanan; setidaknya kita tahu arah tujuan agar langkah hari ini tidak sia-sia. Selain itu, mimpi menjadi alasan untuk bertahan saat merasa lelah, malas, atau tidak berkembang. Mengetahui apa yang diperjuangkan membuat langkah kecil hari ini—seperti belajar skill baru, membaca buku, atau membangun relasi—terasa jauh lebih berarti.
Mimpi juga tidak harus selalu tentang hal besar seperti menjadi CEO atau bergelimang harta. Membantu orang tua, punya pekerjaan yang membahagiakan, tinggal di luar negeri, atau hidup lebih tenang adalah mimpi yang sah karena nilainya diukur dari seberapa berarti hal itu bagi kita, bukan penilaian orang lain. Ketika sudah tahu tujuannya, kita bisa menentukan prioritas tentang apa yang harus dipelajari, dibiasakan, dikurangi, atau dikorbankan mulai hari ini.
Rencana lima tahun itu sebenarnya dibangun dari keputusan dan tindakan kecil kita saat ini. Jadi, jika belum pernah memikirkannya, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mulai bertanya pada diri sendiri tentang ingin menjadi siapa kita kelak. Tidak perlu jawaban sempurna, yang penting mulai berpikir dan bergerak. Sebab, waktu lima tahun akan tetap berlalu. Pertanyaannya, kita ingin tetap menjadi orang yang sama atau menjadi sosok yang sedang kita perjuangkan hari ini? Semoga tugas exam sederhana ini menjadi dialog batin bagi para member, sehingga lima tahun mendatang mereka bisa tersenyum bangga atas pencapaiannya. Selamat bermimpi dan selamat berjuang.
