It’s been a while since I had a proper discussion about grammar. Or maybe, because I’ve been spending too much time dealing with English for specific purposes, especially hospitality and cruise ship English, I somehow forgot how interesting general English itself can be. Akhir akhir ini aku memang lebih sering berkutat dengan materi yang memang on purpose dibuat untuk kebutuhan perhotelan dan kapal pesiar. Jadi lebih banyak research tentang hotel vocabulary, cruise ship terminology, hospitality expressions, dan berbagai hal yang memang dibutuhkan siswa untuk dunia kerja.
Tapi ternyata, semakin lama mengajar, ada banyak hal yang kembali aku rasakan. Bahwa bahasa Inggris, secara umum, sebenarnya begitu kaya dan kompleks. Salah satunya adalah grammar. Sesuatu yang terkadang dianggap membosankan, terlalu rumit, atau bahkan tidak terlalu penting oleh sebagian pembelajar, ternyata punya peran yang cukup besar dalam bagaimana seseorang memahami dan menggunakan bahasa Inggris dengan baik.
Aku melihatnya kembali dari murid muridku. Banyak dari mereka yang sudah cukup familiar dengan vocabulary perhotelan dan kapal pesiar. Mereka tahu istilah istilah yang digunakan di restoran, housekeeping, kitchen, bahkan berbagai situasi yang mungkin mereka temui ketika bekerja. Tapi ketika masuk ke pembahasan grammar dan speaking secara lebih umum, ternyata mereka masih harus meraba raba. Mereka tahu banyak kata, tetapi belum tentu tahu bagaimana menyusunnya menjadi sebuah kalimat yang nyaman untuk digunakan dalam percakapan.
Knowing the words doesn’t always mean knowing the language.
Dan menurutku, di situlah tantangannya.
Ketika kita belajar dua hal sekaligus dengan porsi yang sama, terkadang kita justru kehilangan kesempatan untuk memaksimalkan salah satunya. Kita ingin jago grammar, speaking, vocabulary hospitality, pronunciation, bahkan memahami istilah istilah pekerjaan dalam waktu bersamaan. Semuanya penting, memang. Tapi apakah kita benar benar mampu memberikan energi yang sama kepada semuanya?
Aku rasa tidak selalu.
Kadang kita perlu memilih.
Bukan berarti meninggalkan bidang yang lain, tetapi memberikan prioritas kepada satu hal yang memang paling memungkinkan untuk kita kembangkan sekarang. Karena kalau kita terlalu memaksakan dua hal yang belum mampu kita kuasai secara bersamaan, bisa jadi kita justru merasa kecil di kedua bidang tersebut.
You don’t have to be good at everything. Sometimes, you just need to be really good at one thing first.
Mungkin lebih bijak untuk memilih satu, kemudian memaksimalkannya. Setelah mulai kuat, barulah perlahan memperluas kemampuan ke bidang yang lain. Tidak perlu terburu buru. Karena belajar bahasa saja sudah membutuhkan waktu, apalagi jika kita ingin menguasai beberapa cabang sekaligus.
Aku sendiri masih terus belajar memahami hal ini. Bahkan sebagai pengajar, terkadang aku juga masih tergoda untuk mempelajari terlalu banyak hal sekaligus. Rasanya semua menarik, semua ingin dipahami, semua ingin dikuasai. Tapi akhirnya kembali lagi pada satu pertanyaan sederhana, sebenarnya mana yang paling penting untuk aku maksimalkan sekarang?
Mungkin hidup memang bukan tentang seberapa banyak hal yang bisa kita lakukan, tetapi seberapa baik kita bisa menyelesaikan sesuatu yang sudah kita pilih.
Focus doesn’t mean you have fewer dreams. It means you know which dream deserves your energy right now.
Dan mungkin, untuk sekarang, memilih satu dan memaksimalkannya jauh lebih bijak, lebih hemat energi, dan lebih masuk akal.
Setidaknya itu yang aku pikirkan malam ini.
15 Mei 2024
