Dulu aku berpikir, sampai sekarang pun mungkin masih banyak yang merasakan hal yang sama, bahwa mandi pagi adalah salah satu hal yang paling dibenci banyak orang. Apalagi ketika udara sedang dingin, selimut masih terasa begitu nyaman, kasur seperti sedang memeluk erat dan alarm sudah berbunyi entah untuk yang kesekian kalinya. Rasanya untuk sekadar beranjak dari tempat tidur saja seperti mau menghadapi calon mertua.
Tapi pagi tadi aku kembali mencoba mengusahakan untuk bangun lebih pagi. Tidak terlalu muluk muluk, hanya sedikit berlari, berkeringat sambil mendengarkan podcast, kemudian langsung mandi. Dan ternyata, mandi pagi tidak semenyeramkan apa yang selama ini ada di dalam pikiranku. Justru setelahnya terasa begitu fresh. Badan lebih ringan, pikiran terasa sedikit lebih jernih dan entah kenapa suasana pagi menjadi terasa lebih menyenangkan.
Mungkin selama ini masalahnya bukan pada mandi paginya. Mungkin kita hanya belum menemukan cara untuk membuat tubuh kita siap menghadapinya. Suhu dingin membuat rasa malas semakin menjadi jadi. Tubuh masih hangat di bawah selimut, sementara kamar mandi menunggu dengan air yang dinginnya seolah sengaja dibuat untuk menguji seberapa kuat niat kita hari itu. Jadi, mungkin solusinya sederhana, berkeringatlah terlebih dahulu.
Tidak harus lari jauh. Bisa workout sebentar, jalan kaki, stretching, bersepeda, atau olahraga pagi apa pun yang kita sukai. Yang penting tubuh bergerak dan sedikit berkeringat. Setelah itu, mandi pagi justru terasa seperti hadiah. Tubuh yang tadinya panas perlahan kembali segar ketika terkena air. Rasanya seperti tombol reset kecil sebelum memulai hari.
Dan ternyata bukan hanya soal mandi.
Pagi juga mengajarkan sesuatu yang sederhana kepadaku. Ada banyak hal yang sebenarnya bisa kita nikmati kalau kita mau sedikit lebih awal bangun dan keluar dari kenyamanan. Menikmati udara pagi, mendengarkan suara sekitar yang belum terlalu ramai, melihat matahari yang perlahan muncul, kemudian menyadari bahwa kita masih diberi kesempatan untuk hidup satu hari lagi.
Sesekali kita perlu berhenti mengejar banyak hal dan hanya menikmati apa yang sedang ada di depan mata. Menghirup udara segar, melihat mentari yang begitu gagahnya, kemudian mensyukuri setiap penciptaan dan kesempatan yang Tuhan berikan. Sederhana sekali, tetapi sering kali justru hal sederhana seperti itu yang kita lewatkan.
Kemudian aku teringat sesuatu yang selama ini selalu aku lakukan ketika berada di ketinggian. Ketika udara semakin dingin dan tubuh mulai menggigil, salah satu cara paling sederhana untuk mengatasinya adalah terus bergerak. Jangan terlalu lama diam. Jalan, bergerak, naik, turun, atau melakukan apa saja sampai tubuh kembali menghasilkan panas. Berkeringat sedikit, dan rasa dingin perlahan bisa ditoleransi.
Mungkin hidup juga seperti itu. Ketika kita terlalu lama diam di tempat yang nyaman, rasa malas akan semakin kuat. Kita mulai takut bergerak, takut memulai, takut menghadapi sesuatu yang tidak nyaman. Padahal terkadang yang kita butuhkan hanya satu langkah kecil untuk membuat semuanya terasa berbeda.
Jadi, kalau pagi ini kamu masih berada di balik selimut, mungkin tidak ada salahnya mencoba bangun sedikit lebih awal. Gerakkan tubuhmu, buat sedikit keringat, nikmati udara pagi, kemudian mandi.
Siapa tahu ternyata mandi pagi tidak seseram yang selama ini kita bayangkan.
Selamat mencoba. Selamat mandi pagi.
10 Mei 2024
