Aku tidak tahu bagaimana ke depannya, kita semua. Mungkin itulah akar dari kegelisahan yang sering kali datang diam diam. Banyak hal dalam hidup ini yang tidak bisa kita pastikan. Kita bisa membuat rencana sedetail mungkin, menyusun target, mempersiapkan banyak kemungkinan, tetapi tetap saja ada sesuatu yang berada di luar kendali kita. Aku pernah mendengar sebuah kalimat, kurang lebih bunyinya seperti ini, βSatu satunya hal yang pasti dalam hidup ini, tahu apa? Itu adalah sebuah ketidakpastian.β
Mungkin memang begitulah hidup. Tidak pernah benar benar bisa kita pastikan. Hari ini kita merasa semuanya baik baik saja, besok mungkin ada sesuatu yang berubah. Hari ini kita punya seseorang, besok mungkin harus merelakannya pergi. Hari ini kita punya pekerjaan, kesehatan, rencana dan berbagai hal yang membuat kita merasa aman, tetapi siapa yang bisa menjamin semuanya akan tetap sama esok hari? Perubahan bukan sesuatu yang bisa kita hindari. Ia adalah bagian dari kehidupan, sesuatu yang mau tidak mau harus kita terima.
Dan mungkin karena itulah kita membutuhkan tempat untuk bergantung. Bukan hanya kepada diri sendiri, karena pada dasarnya kita adalah manusia yang penuh keterbatasan. Kita bisa kuat hari ini, tetapi belum tentu besok. Kita bisa yakin terhadap sebuah keputusan, tetapi kemudian menyadari bahwa kita keliru. Kita bisa merasa tahu arah perjalanan, tetapi tiba tiba menemukan jalan yang sama sekali berbeda dari apa yang sudah kita bayangkan. Kita punya banyak keinginan, banyak pertimbangan, banyak kekhawatiran, tetapi tetap saja kita tidak pernah benar benar tahu apa yang akan terjadi.
Bergantung kepada manusia sering kali membawa kita pada kekecewaan. Bukan karena manusia selalu buruk, tetapi karena manusia juga sama seperti kita, terbatas, bisa berubah, bisa lupa, bisa pergi, bahkan bisa mengecewakan tanpa pernah bermaksud melakukannya. Kita sering menaruh harapan terlalu besar kepada sesuatu yang sebenarnya juga tidak memiliki kuasa untuk menjamin semuanya tetap seperti yang kita inginkan.
Mungkin ada satu tempat bergantung yang tidak pernah benar benar mengecewakan, yaitu ketika kita belajar berserah kepada Tuhan. Kepada Dzat yang sempurna, sementara kita adalah makhluk yang penuh kekurangan. Kepada Dia yang mengetahui sesuatu yang tidak kita ketahui, melihat sesuatu yang tidak mampu kita lihat, dan mungkin sudah mempersiapkan sesuatu yang jauh lebih baik dari apa yang selama ini kita pikirkan.
Berserah bukan berarti berhenti berusaha. Menurutku, justru kita tetap harus berjalan, tetap bekerja, tetap berusaha, tetap mengejar apa yang ingin kita capai. Hanya saja, setelah semua yang bisa kita lakukan sudah dilakukan, ada saatnya kita harus belajar melepaskan hasilnya. Tidak semua hal harus berada dalam kendali kita. Tidak semua pertanyaan harus segera memiliki jawaban. Tidak semua ketidakpastian harus kita lawan dengan kecemasan.
Mungkin ketenangan datang ketika kita mulai memahami bahwa hidup memang tidak pernah memberikan kepastian. Kita hanya diminta untuk terus berjalan dengan apa yang kita punya hari ini, melakukan yang terbaik yang kita bisa, kemudian menyerahkan sisanya kepada Tuhan. Karena barangkali, ketenangan bukan ketika kita akhirnya tahu apa yang akan terjadi, tetapi ketika kita sudah tidak lagi terlalu takut terhadap apa pun yang mungkin terjadi.
Kamis, 9 Mei 2024
