Kita terlalu sering mendengar bahwa sukses berarti harus kerja keras, punya target, produktif, dan terus bergerak. Namun belakangan ini, aku mulai berpikir jangan-jangan kita terlalu sibuk mengejar sukses sampai lupa bertanya apa arti sukses itu sendiri. Apakah tentang banyaknya uang, tingginya posisi, aset, atau pengakuan orang lain? Semakin melihat kehidupan, aku merasa sukses bukan hanya tentang kerja keras, melainkan keseimbangan antara tiga hal: bekerja keras, bermain, dan diam.
Bekerja keras tentu penting karena mimpi dan karier membutuhkan perjuangan, tetapi jika hidup hanya diisi target dan uang, kita akan lupa cara menikmati hidup. Oleh karena itu, kita perlu ‘bermain’βmelakukan hal yang kita sukai seperti membaca, jalan-jalan, atau sekadar ngopi tanpa tujuan seriusβkarena hidup tak selalu harus menghasilkan sesuatu. Selain itu, kita butuh ‘diam’ untuk berpikir dan melihat kembali jalan yang ditempuh. Di tengah bisingnya notifikasi dan tuntutan, diam membantu kita mendengar diri sendiri dan bertanya apa yang sebenarnya sedang kita kejar.
Kebahagiaan sebenarnya tidak rumit dan sering kali ada pada hal-hal kecil seperti kopi, obrolan teman, atau makanan enak yang kerap terlewat karena sibuk mengejar hal besar. Seperti kata Albert Einstein, hidup sebaiknya diikat pada tujuan, bukan orang atau benda, agar kita tidak mudah kehilangan keseimbangan saat ada yang hilang. Hidup ini bagai naik sepeda; kita harus terus bergerak untuk menjaga keseimbangan. Orang yang pintar mampu menyelesaikan masalah, tetapi orang yang bijaksana tahu masalah mana yang tak perlu didekati.
Bentuk kebijaksanaan lainnya adalah memilih lingkungan. Kita butuh berada di dekat orang-orang yang ikut mencari solusi, bukan orang yang selalu membalas mimpi kita dengan keraguan hingga menguras energi. Pada akhirnya, definisi sukses bisa terus berubah. Namun untuk saat ini, sukses bukan cuma seberapa jauh kita berlari, melainkan apakah kita masih bisa menikmati perjalanan, tertawa, menjaga kesehatan, dan tetap mengenali diri sendiri. Jadi, kejarlah mimpimu, tetapi jangan lupa bermain, diam, dan menikmati hidup agar kelak kita tiba di tujuan dengan diri yang tetap utuh.
