Menuju bulan ketiga, aku merasa seperti tidak melakukan banyak hal, padahal seharusnya aku punya lebih banyak waktu.
Ketika tidak memiliki kegiatan, aku akan menghabiskan waktu bermain media sosial. Bisa berjam-jam sampai lupa waktu. Bahkan mulai muncul pertanyaan, jangan-jangan aku sudah kecanduan.
Setiap malam ketika tidak bisa tidur, larinya ke scroll media sosial. Satu video, dua video, lalu entah sudah berapa puluh menit berlalu. Besok siangnya jadwal berantakan. Sore mulai merasa bersalah. Malam datang lagi, dan semuanya terulang.
Akhirnya, yang seharusnya menjadi waktu luang justru berubah menjadi beban pikiran.
Aku seperti hidup di dua sisi.
Di satu sisi, aku ingin membuat konten. Ingin menulis, membuat video, mengambil foto, dan membagikan sesuatu. Tapi di sisi lain, sampai hari ini aku masih lebih banyak mengonsumsi konten daripada memproduksinya.
Ironis, ya?
Aku ingin menjadi creator, tapi waktuku justru habis menjadi consumer.
Mungkin sudah waktunya aku berhenti bermain media sosial untuk sementara.
Aku tidak harus selalu hidup dalam candu yang tidak berkesudahan. Aku ingin mencoba mengisi waktu dengan hal-hal yang benar-benar ingin aku lakukan.
Membaca buku.
Mengunjungi tempat-tempat yang seru.
Riset tentang tempat, budaya, makanan, dan kehidupan orang-orang. Mengambil foto dan video, lalu menyimpannya di laptop tanpa harus buru-buru mengunggahnya saat itu juga.
Aku sedang menulis buku yang ingin aku terbitkan. Semoga kali ini benar-benar bisa terealisasikan.
Aku juga ingin belajar banyak hal lain. Mengatasi diriku sendiri. Mempelajari materi yang sesuai dengan latar belakang kuliahku, meskipun sampai sekarang aku sendiri masih belum yakin akan membawa semua itu ke mana. Mengembangkan metode mengajar. Berolahraga. Belajar bahasa baru.
Dan masih banyak lagi.
Keputusan ini memang sedikit menakutkan.
Mungkin aku akan menjadi orang yang tidak tahu apa yang sedang viral. Tidak tahu siapa yang sedang ramai dibicarakan. Tidak mengikuti tren terbaru. Mungkin aku akan tertinggal dari banyak hal yang sedang terjadi di dunia maya.
Tapi bukankah tidak semua hal harus aku ketahui?
Terlalu lama menggantungkan hidup dengan melarutkan diri di media sosial, perlahan-lahan juga terasa seperti membunuh mentalku.
Aku lelah hanya hidup di kamar.
Lelah tidak melakukan apa-apa.
Lelah membuka layar berulang kali, lalu menutupnya dengan perasaan bersalah karena sekali lagi aku membuang waktu.
Dan yang paling melelahkan adalah harus menyalahkan diri sendiri atas kemalasan yang sebenarnya terus aku ulangi.
Setiap keputusan selalu punya risiko.
Aku tahu itu.
Tapi kali ini aku ingin mencoba berkomitmen dengan keputusan yang sudah kubuat.
Sebab tanpa benar-benar kusadari, media sosial telah mengambil terlalu banyak dari hidupku.
Fokus yang berantakan.
Waktu yang terbuang.
Perasaan terasing.
Dan pada akhirnya, muncul perasaan seperti menjadi manusia yang sia-sia.
Padahal sebenarnya, masih banyak hal yang bisa kulakukan.
Banyak buku yang bisa kubaca.
Banyak tempat yang bisa kukunjungi.
Banyak anime dan film yang belum kutonton.
Banyak naskah yang ingin kutulis.
Ada ide bisnis dan konten yang masih menunggu untuk dieksekusi.
Ada ribuan file foto yang menunggu dirapikan.
Ada banyak hal yang ingin kupelajari.
Mungkin selama ini bukan aku yang kekurangan waktu.
Mungkin aku hanya terlalu sering memberikan waktuku kepada sesuatu yang tidak benar-benar membutuhkanku.
Jadi untuk sementara, aku ingin mengambilnya kembali.
Aku tidak tahu apakah aku bisa.
Mungkin akan terasa sepi. Mungkin beberapa kali aku akan tergoda untuk kembali. Mungkin aku akan merasa ketinggalan.
Menakutkan.
Tapi sudah kuputuskan.
Kali ini, aku ingin mencoba hidup sedikit lebih banyak di dunia nyata daripada di dalam layar.
4 September 2024
