Kembali lagi ke Jambuluwuk Resort Batu setelah kunjungan pertamaku di tahun 2022 rasanya seperti bertemu kembali dengan sahabat lama. Bedanya, sahabat kali ini tinggal di antara pegunungan, dikelilingi udara sejuk dan hamparan hijau yang membuat betah berlama-lama.
Terletak di Kota Batu, yang sering dijuluki Little Swiss of Java, Jambuluwuk berada di ketinggian sekitar 1.035 mdpl. Dari sini, suasana pegunungan terasa begitu kuat. Udara dingin, taman yang rimbun, dan perkebunan tropis menjadi bagian dari pengalaman menginap yang sulit ditemukan di tengah kota.
Salah satu hal yang menarik perhatianku adalah konsep bangunannya. Jambuluwuk mencoba membawa nuansa Indonesia ke dalam sebuah resort. Nama-nama vila seperti Bali, Sumatra, dan Toraja menjadi salah satu bagian dari konsep tersebut. Jadi, bukan hanya tempat untuk beristirahat, tetapi ada sedikit cerita tentang keberagaman budaya Indonesia di dalamnya.
Fasilitasnya juga cukup lengkap. Ada kolam renang dengan suasana pegunungan, restoran, area outbound, flying fox, lapangan olahraga, jogging track, playground, hingga ruang untuk meeting dan gathering. Cocok untuk keluarga, rombongan, atau sekadar ingin kabur sebentar dari rutinitas.
Untuk kamar, tersedia beberapa pilihan, mulai dari kamar deluxe hingga vila dengan beberapa kamar tidur. Vila-vilanya punya karakter yang berbeda dan beberapa dilengkapi ruang tamu, dapur kecil, serta balkon. Kalau datang bersama keluarga atau teman dalam jumlah cukup banyak, pilihan vila tentu terasa lebih masuk akal.
Soal harga, tentu bisa berubah tergantung musim dan tipe kamar. Saat ini kisarannya mulai dari ratusan ribu untuk kamar, sementara vila dengan beberapa kamar bisa mencapai beberapa juta rupiah per malam. Jadi, sebelum datang, sebaiknya cek harga terbaru terlebih dahulu.
Tapi bagiku, yang membuat Jambuluwuk menarik bukan hanya soal fasilitasnya.
Ada sesuatu yang menyenangkan dari kembali ke tempat yang pernah kita datangi beberapa tahun lalu. Kita bisa melihat tempatnya masih sama, tetapi diri kita sudah sedikit berbeda.
Aku datang ke Jambuluwuk pada 2022 sebagai seseorang yang mungkin masih membawa banyak pertanyaan tentang hidup. Ketika kembali lagi, ternyata banyak hal sudah berubah. Ada perjalanan yang sudah selesai, ada mimpi yang berganti bentuk, ada tempat-tempat baru yang sudah dikunjungi, dan tentu saja ada cerita yang belum selesai.
Mungkin itu yang membuat perjalanan terasa menarik.
Kadang kita tidak hanya sedang mengunjungi sebuah tempat. Kita juga sedang bertemu kembali dengan versi diri kita yang pernah tinggal di sana.
Dan kali ini, Jambuluwuk kembali menjadi salah satu halaman kecil dalam perjalanan itu.
Bukan tempat yang benar-benar baru.
Tapi tetap punya cerita yang berbeda.
