Di tengah malam yang sunyi, kamu duduk sendirian di sudut kamar. Kota masih berjalan di luar sana, tetapi di dalam dirimu semuanya terasa berhenti.
Hanya ada kamu, pikiranmu, dan pertanyaan-pertanyaan yang sejak tadi tidak menemukan jawaban.
“Apa sebenarnya yang aku cari?”
Kamu melihat teman-temanmu satu per satu mulai menemukan jalannya. Ada yang diterima di kampus impian, mendapatkan pekerjaan dengan karier yang bagus, berkarya, bepergian, atau sekadar terlihat bahagia di media sosial.
Sementara kamu masih sibuk bertanya kepada diri sendiri.
“Siapa aku? Apa yang sudah aku capai? Aku sebenarnya bisa apa?”
Pertanyaan-pertanyaan itu terkadang begitu kejam. Membuat pencapaian kecil terasa tidak berarti dan kekurangan terasa semakin besar. Sampai akhirnya kamu mulai percaya bahwa mungkin kamu memang tidak cukup baik.
Kamu pernah bercerita kepada seorang teman. Ia mengatakan, “Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri. Setiap orang punya jalannya masing-masing.”
Kamu ingin percaya.
Tapi menerima nasihat memang jauh lebih mudah daripada menjalankannya.
Ada hari ketika kamu merasa sudah baik-baik saja, lalu satu hal kecil membuat semua keraguan itu kembali. Kamu membandingkan diri lagi. Menyesali keputusan lama. Memikirkan kesempatan yang terlewat. Bertanya-tanya kenapa hidupmu tidak berjalan seperti yang kamu bayangkan.
Namun, perlahan kamu mulai mencoba hal-hal kecil.
Menulis. Membaca. Berjalan tanpa tujuan. Memotret sesuatu yang menarik perhatianmu. Melakukan apa pun yang membuatmu merasa sedikit lebih hidup.
Dari sana kamu mulai memahami bahwa mungkin hidup memang tidak selalu tentang menemukan jawaban besar.
Kadang, cukup menemukan satu alasan kecil untuk bangun esok pagi.
Malam semakin larut. Kota perlahan diam. Kamu kembali menatap dirimu sendiri dan untuk pertama kalinya tidak ingin menghakimi bayangan itu.
“Kamu tidak harus sempurna untuk menjadi berharga.”
Mungkin kamu memang belum tahu akan menjadi siapa.
Tidak apa-apa.
Mungkin jalanmu lebih panjang. Mungkin kamu akan berbelok berkali-kali. Mungkin kamu membutuhkan waktu lebih lama daripada orang lain untuk menemukan tempatmu.
Tidak apa-apa.
Sebab menjadi diri sendiri bukan sesuatu yang selesai dalam satu malam.
Ia adalah perjalanan panjang tentang belajar menerima, memaafkan, dan mencintai seseorang yang paling sering kamu lupakan:
dirimu sendiri.
Dan malam itu, setidaknya, kamu memilih untuk tidak menyerah kepadanya.
