Tuhan, aku tak meminta apa-apa untuk diriku sendiri. Aku tahu, sudah terlalu banyak permintaan dan tuntutan yang kuhaturkan kepada-Mu.
Seperti pohon yang rela akarnya menembus kerasnya tanah demi tunas-tunas di atasnya, aku pun begitu. Biarkan aku menjadi perisai bagi mereka yang kusebut orang tua. Menjadi bayangan yang melindungi mereka dari terik dunia, menopang ketika badai datang, dan memenuhi harapan yang begitu besar mereka titipkan kepadaku.
Dalam doa ini, aku tak memohon sebagai hamba yang mengemis kemuliaan. Aku hanya seorang anak yang ingin melihat orang tuanya bangga.
Tuhan, jika keberuntungan harus memilih, berikanlah mereka umur sedikit lebih panjang, hingga apa yang selama ini kuperjuangkan menjadi nyata. Biarlah tanganku retak memikul beban, asalkan aku masih bisa melihat senyum mereka merekah karena bangga pada buah hatinya.
Aku tak peduli jika langkahku harus tersandung berkali-kali, asalkan jalan mereka tetap rata dan tenang. Jika hidup adalah sungai yang deras, biarkan aku menjadi batu di tengah arusnya, menahan derasnya air agar mereka bisa menyeberang dengan tenang.
Bukan untukku, Tuhan, aku memohon.
Ketika mereka tertawa, rasanya surga ada begitu dekat. Ketika mereka bahagia, aku lupa pada kesedihanku sendiri. Dalam pelukan keluarga, dunia yang penuh luka ini tiba-tiba terasa lebih lembut dan berwarna.
Dan jika aku adalah daun yang harus gugur agar pohon ini tetap berdiri tegak, aku ikhlas, Tuhan.
Asalkan keluarga ini tetap hidup. Tetap bersama. Aku tak peduli seberapa kecil diriku dalam rencana besar-Mu.
Maka, Tuhan, permudahkan jalan mereka. Berikan kekuatan kepada mereka yang lemah, harapan kepada mereka yang lelah, dan rezeki kepada tangan-tangan yang masih kosong.
Jika kesulitan harus datang, biarkan ia menghampiriku lebih dulu.
Aku bukan siapa-siapa tanpa mereka, Tuhan. Dan karena merekalah aku masih berani menatap hari-hari di depan.
Jangan biarkan mereka terlalu lama merasakan pahitnya dunia, Tuhan.
Jangan.
Sebab kali ini, doaku bukan untukku.
Melainkan untuk mereka yang kusebut keluargaku.
24 Januari 2025
