Pernahkah kamu takut semua yang kamu usahakan pada akhirnya tidak menghasilkan apa-apa?
Kamu sudah mencoba. Sudah bekerja keras. Sudah menaruh waktu, tenaga, bahkan sebagian dari dirimu di dalamnya. Kamu menunggu, berharap suatu hari semuanya akan terbayar.
Tapi ternyata tidak.
Rencanamu gagal. Impianmu belum tercapai. Orang yang kamu perjuangkan pergi. Pekerjaan yang kamu bangun tidak membawa hasil seperti yang kamu bayangkan. Dan tiba-tiba kamu berdiri di depan semua itu sambil bertanya, “Lalu, selama ini aku berjuang untuk apa?”
Mungkin kita terlalu sering mengukur usaha hanya dari hasil.
Kalau berhasil, kita menyebutnya perjuangan. Kalau gagal, kita menyebutnya sia-sia.
Padahal, mungkin tidak sesederhana itu.
Ada usaha yang memang tidak membawa kita ke tempat yang kita inginkan. Tapi bukan berarti perjalanan itu tidak membawa apa-apa. Ada keberanian yang tumbuh. Ada kemampuan yang bertambah. Ada luka yang membuat kita lebih mengenal diri sendiri.
Kamu mungkin kehilangan hasil yang kamu harapkan, tetapi kamu tidak kembali sebagai orang yang sama.
Aku pernah berpikir bahwa sebuah perjalanan hanya berarti jika kita sampai di tujuan. Tapi semakin bertambah usia, aku mulai sadar bahwa beberapa perjalanan memang tidak ditakdirkan untuk membawa kita sampai ke sana.
Mereka datang untuk mengubah cara kita berjalan.
Jadi, kalau hari ini usahamu belum menghasilkan apa-apa, jangan buru-buru menyebutnya sia-sia.
Mungkin hasilnya belum datang.
Mungkin jalannya memang harus berbelok.
Atau mungkin, tanpa kamu sadari, hasil terbesar dari semua perjuangan itu justru sedang tumbuh di dalam dirimu.
Tetap berjalan.
Sebab terkadang, satu-satunya cara untuk mengetahui ke mana hidup membawamu adalah dengan terus melangkah.
