Terima kasih untuk diriku sendiri yang sudah bertahan sampai sejauh ini.
Aku tahu, perjalanan ini tidak selalu mudah. Ada hari ketika semuanya terasa baik-baik saja, tapi ada juga hari ketika pundak terasa berat dan aku bahkan tidak tahu harus melangkah ke mana.
Namun, lihatlah.
Aku masih di sini.
Masih mencoba. Masih belajar. Masih mencari sesuatu yang entah sejak kapan ingin kutemukan.
Mungkin memang sudah waktunya aku berhenti terlalu sibuk memikirkan apa yang orang lain anggap berhasil. Aku ingin menjadi lebih baik bukan untuk mendapatkan tepuk tangan, bukan untuk membuktikan sesuatu kepada siapa pun, tetapi karena aku ingin menghargai diriku sendiri.
Aku ingin menemukan panggilanku.
Entah itu dalam pekerjaan, tulisan, perjalanan, atau sesuatu yang bahkan belum kutemukan hari ini. Mungkin jalannya masih panjang. Mungkin aku harus mencoba banyak hal, gagal berkali-kali, lalu berbelok sebelum akhirnya menemukan tempat yang terasa seperti rumah.
Dan tidak apa-apa.
Aku tidak perlu mengetahui semuanya sekarang.
Tentang hari esok, biarlah hari esok datang pada waktunya. Bukankah banyak hal yang dulu membuatku khawatir akhirnya berhasil kulewati juga?
Hari ini pun pernah menjadi hari esok yang kutakuti.
Ternyata aku sampai di sini.
Maka untuk apa terus mencemaskan sesuatu yang bahkan belum terjadi?
Aku percaya, segala sesuatu yang sudah tertakar tidak akan pernah tertukar. Apa yang memang menjadi bagian dari hidupku akan menemukan jalannya, meskipun mungkin tidak datang pada waktu yang kuinginkan.
Tugasku hanya berusaha.
Sisanya, biarkan waktu yang menjawab.
Aku tidak ingin lagi terburu-buru membandingkan langkahku dengan orang lain. Mereka punya jalan masing-masing. Aku juga punya jalanku sendiri.
Mungkin jalanku lebih lambat.
Mungkin berkelok.
Mungkin bahkan harus dimulai lagi beberapa kali.
Tapi itu tetap jalanku.
Jadi, terima kasih, diriku.
Untuk semua luka yang pernah kau simpan sendiri. Untuk ketakutan yang tetap kau hadapi meski gemetar. Untuk mimpi-mimpi yang masih kau genggam meski berkali-kali hampir kau lepaskan.
Teruslah menjadi lebih baik.
Teruslah mencari.
Dan ketika suatu hari nanti kau menemukan panggilanmu, semoga kau bisa menoleh ke belakang dan berkata:
“Untung dulu aku tidak menyerah.”
