Gapapa pelan-pelan. Semua orang punya kapasitas yang berbeda.
Sore ini, aku kembali mengingkari target yang aku buat untuk bimbingan. Masih banyak hal yang harus aku perbaiki. Masih banyak target yang belum selesai. Tapi setidaknya, aku mulai menunjukkan kegiatan ke arah yang lebih positif.
Entah aku harus menyalahkan diri sendiri karena sangat tidak disiplin, atau harus bagaimana. Kadang aku ingin sekali menjadi orang yang sangat disiplin. Bangun tepat waktu, mengerjakan semuanya sesuai rencana, tidak menunda-nunda, dan bisa menyelesaikan apa yang sudah aku mulai.
Tapi entahlah.
Yang aku tahu, aku akan tetap melanjutkan.
Toh, terlalu lama menyalahkan diri sendiri juga tidak akan menyelesaikan masalah. Mungkin aku memang belum bisa berjalan secepat yang aku inginkan. Mungkin ada hari-hari ketika aku hanya mampu melakukan sedikit. Dan mungkin itu tidak apa-apa.
Dua hari ini aku mengerjakan tesis di kampus. Aku selalu menikmati saat-saat berada di kampus sampai larut malam. Ada sesuatu yang menyenangkan dari melihat mahasiswa lain yang juga sedang sibuk dengan penelitian mereka.
Mereka terlihat tidak terlalu banyak berpikir, menurutku. Yang mereka tahu hanya mengerjakan apa yang ada di depan mata. Membaca, mengetik, berdiskusi, sesekali berjalan mencari kopi, lalu kembali lagi ke laptop.
Sederhana.
Mungkin mereka juga punya banyak kekhawatiran. Mungkin mereka juga sedang memikirkan masa depan. Tapi untuk sementara, mereka hanya menikmati apa yang sedang mereka kerjakan. Menikmati suasana kampus dengan segala impian yang sedang mereka perjuangkan.
Dan entah kenapa, aku suka melihatnya.
Suhu udara yang dingin adalah salah satu hal yang aku suka. Ditambah suasana kampus yang rindang, lampu-lampu yang mulai menyala ketika sore berganti malam, dan taman yang bersih.
Kalau sudah terlalu lama duduk menatap layar laptop, aku bisa berdiri dan berjalan ke mana saja. Tidak perlu tujuan. Hanya berjalan sebentar, melihat sekitar, kemudian kembali lagi.
Sore tadi aku bahkan sempat berkunjung ke kampus sebelah. Suasananya juga asik. Lagi-lagi, aku menemukan hal sederhana yang membuatku betah.
Entah kenapa, aku memang suka suasana kampus.
Mungkin karena di tempat seperti ini, aku bisa melihat banyak orang yang sedang menuju sesuatu. Ada yang sedang mengejar gelar, mengejar cita-cita, mengejar masa depan, atau mungkin hanya berusaha menyelesaikan tugas yang sudah terlalu lama tertunda.
Dan bukankah aku juga sedang melakukan hal yang sama?
Bedanya, mungkin aku hanya sedang berjalan dengan kecepatan yang berbeda.
Jadi, kalau hari ini targetku belum selesai, gapapa.
Kalau besok masih harus memperbaiki banyak hal, gapapa.
Yang penting jangan berhenti.
Teruskan, meskipun pelan.
Tidak semua perjalanan harus ditempuh dengan berlari.
Selamat mengerjakan.
