Hidup tidak pernah benar-benar tenang. Ada hari ketika semuanya terasa berjalan sesuai rencana. Tapi ada juga hari ketika satu per satu hal yang kita percaya mulai goyah.
Di saat seperti itu, kamu mungkin ingin berhenti.
Bukan karena tidak punya mimpi, tapi karena lelah. Lelah berusaha, lelah menunggu, lelah melihat orang lain berjalan lebih jauh sementara kamu masih berada di tempat yang sama.
Tapi bukankah hidup memang seperti itu?
Ada hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan. Ada kegagalan yang tidak bisa kita hindari. Ada usaha yang hasilnya tidak sesuai harapan. Namun, satu hal yang masih bisa kita pilih adalah apakah kita akan terus berjalan atau menyerah.
Perjuangan tidak selalu berarti melakukan sesuatu yang besar. Kadang, perjuangan hanya tentang bangun lagi setelah kemarin gagal. Mencoba sekali lagi setelah berkali-kali kecewa. Atau sekadar memaksa diri untuk percaya bahwa hari esok masih layak diperjuangkan.
Mungkin hari ini kamu belum melihat hasilnya. Mungkin apa yang kamu tanam belum tumbuh. Tapi bukan berarti tidak ada yang sedang terjadi.
Bukankah banyak hal dalam hidup memang tumbuh diam-diam?
Akar bekerja di dalam tanah sebelum pohon terlihat tinggi. Begitu juga dengan hidup kita. Ada proses yang tidak terlihat, tetapi perlahan membentuk siapa diri kita.
Jadi, kalau hari ini kakimu gemetar, tidak apa-apa.
Kalau kamu lelah, istirahatlah.
Tapi jangan berhenti.
Karena perjuangan bukan tentang siapa yang paling cepat sampai. Bukan pula tentang siapa yang hidupnya paling mudah.
Perjuangan adalah tentang tetap memilih untuk melangkah, bahkan ketika kamu belum tahu kapan akan sampai.
Dan mungkin, suatu hari nanti, ketika kamu menoleh ke belakang, kamu akan sadar bahwa semua hari sulit yang hampir membuatmu menyerah ternyata adalah bagian dari alasan mengapa kamu bisa sampai sejauh ini.
