Pagi ini, selesai ngajar di kelas, aku membuka Twitter dan mulai baca baca seperti biasanya. Entah kenapa beranda Twitterku belakangan ini isinya hampir semuanya tentang motivasi, film, buku, cerita inspirasi, dan berbagai hal yang membuat kita tiba tiba ingin melakukan sesuatu setelah membacanya. Tidak sengaja aku menemukan sebuah post yang menceritakan tentang sebuah channel yang digunakan untuk belajar TOEFL secara otodidak, dan katanya, it works. Dari satu tulisan sederhana itu, entah bagaimana pikiranku malah kembali ke sebuah ide lama yang pernah muncul beberapa waktu lalu.
Aku jadi kembali berpikir, menarik juga kalau aku membuat video setiap hari. Tidak perlu sesuatu yang terlalu serius. Cerita tentang hari ini, apa yang aku lakukan, apa yang aku pikirkan, tempat yang aku datangi, orang yang aku temui, atau mungkin sekadar hal kecil yang menurutku menarik untuk diceritakan.
Just a little piece of my day, every single day.
Entah akan menjadi apa nantinya, tetapi mungkin suatu saat nanti video video sederhana itu akan menjadi sebuah dokumentasi yang sangat berarti.
LOVE WHAT YOU DO. DO WHAT YOU LOVE
Bukan, ini bukan tentang cepat cuan atau mendapatkan banyak penggemar. Itβs not about going viral, getting rich, or having thousands of followers. Setidaknya bukan itu yang sedang aku pikirkan. Ini lebih tentang dedikasi dan dokumentasi. Tentang bagaimana menyimpan potongan kecil dari kehidupan yang mungkin hari ini terasa biasa saja, tetapi beberapa tahun kemudian bisa menjadi sesuatu yang sangat berharga untuk dilihat kembali.
Karena kita sering lupa bahwa kehidupan yang sedang kita jalani hari ini suatu saat akan menjadi masa lalu. Percakapan yang sekarang terasa biasa, tempat yang setiap hari kita lewati, pekerjaan yang mungkin terkadang membuat kita lelah, wajah orang orang yang kita temui, bahkan suara kita sendiri ketika sedang bercerita, semuanya suatu hari nanti akan menjadi bagian dari sejarah hidup kita.
Maybe someday, these little videos will tell a story that I donβt even realize Iβm creating today.
Ide ini sebenarnya sudah pernah aku coba jalankan. Ada sekitar empat video yang sempat dibuat. Tapi seperti banyak hal lain yang pernah aku mulai, semuanya berantakan ketika masuk ke tahap managing post dan editing time. Aku terlalu banyak berpikir tentang bagaimana mengeditnya, kapan harus upload, bagaimana membuatnya terlihat bagus, dan akhirnya justru tidak melakukan apa apa. Videonya berhenti di situ, terbengkalai, seperti beberapa rencana lain yang pernah aku buat.
Lucunya, kadang kita terlalu sibuk memikirkan bagaimana sesuatu harus terlihat sempurna sampai lupa bahwa yang paling penting adalah membuatnya tetap berjalan. Padahal kalau memang tujuan awalnya adalah dokumentasi, mungkin tidak perlu terlalu banyak aturan. Tidak harus cinematic. Tidak harus sempurna. Tidak harus setiap video punya cerita yang luar biasa. Bukankah kehidupan memang sebagian besarnya terdiri dari hal hal sederhana?
Belakangan ini aku juga mulai kembali aktif menulis catatan kecil di sini. Setidaknya satu kali sehari aku mencoba menuliskan sesuatu. Tidak selalu panjang, tidak selalu bagus, bahkan mungkin terkadang hanya berisi isi kepala yang sedang berantakan. Tapi setidaknya ada sesuatu yang tertinggal.
Dan mungkin aku ingin melakukan hal yang sama melalui video. Menulis untuk menyimpan pikiran. Membuat video untuk menyimpan kehidupan.
Writing is how I keep my thoughts. Videos might be how I keep my days.
