Di luar lagi mendung. Sesekali angin masuk dari jendela. Udara dingin, setiap hari. Aku suka.
Menginjak hari ke-21 aku tidak bekerja dan memutuskan untuk pindah ke Kota Malang. Tidak banyak yang sudah aku kerjakan. Hanya berdiam di kamar, duduk manis di depan laptop, membaca dan meringkas ratusan artikel.
Aku mulai lagi menulis catatan ini karena kepalaku sudah mulai terlalu berisik. Aku suka berdebat dengan diri sendiri. Bertanya, menjawab, lalu berdiskusi dengan pikiran sendiri.
Aku melihat banyak kehidupan, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Semuanya membingungkan. Seakan selalu ada sesuatu yang membuatku tersesat untuk mengenal siapa sebenarnya diriku ini. Sesosok kecil yang banyak malunya, tapi juga banyak maunya.
Beberapa waktu, aku merasa telah menemukan diriku. Tapi beberapa waktu kemudian, aku justru kehilangan lagi. Aneh memang. Tapi aku menikmati perjalanan ini.
Aku punya banyak keinginan. Banyak sekali. Tapi aku juga sadar diri. Otak, kemampuan, dan dukunganku mungkin pas-pasan.
Aku tidak mau membandingkan diriku dengan siapa pun. Aku hanya ingin tetap dan terus berusaha, sambil belajar menerima diriku sendiri dengan segala kekurangan dan keterbatasan.
Aku bukan orang yang suka show off banyak hal. Aku cenderung diam dan mungkin tidak terlalu pandai menjadi sosok yang revolusioner. Barangkali memang bukan itu jalanku.
Aku nyaman dengan kesendirian dan kesunyian. Tapi di sisi lain, aku suka berjalan-jalan, mengeksplorasi tempat baru, bertemu orang, dan berbagi pikiran.
Di tengah waktu santai, ketika sedang menikmati jeda dari mengerjakan laporan penelitian, aku sering menenggelamkan diri dalam dunia maya dan media sosial.
Kadang aku melihat mereka dan berpikir, I want to be like them.
Tapi di saat yang sama, aku juga tahu bahwa keramaian tidak selalu membuatku nyaman. Mungkin itu sebabnya sudah menjadi rahasia umum kalau kamu mengirimiku pesan, jangan berharap balasan datang dengan cepat. Kadang aku hanya butuh waktu untuk kembali menjadi manusia setelah terlalu lama berada di dalam kepalaku sendiri.
Aku tidak mau mati tanpa meninggalkan sesuatu.
Bukan sesuatu yang besar. Bukan juga sesuatu yang membuat namaku dikenang banyak orang. Aku hanya tidak ingin menyerah begitu saja pada keterbatasan.
Mungkin aku akan mulai meninggalkan pesan-pesan kecil. Catatan. Foto. Video. Cerita-cerita sederhana tentang perjalanan seseorang yang masih mencoba memahami hidupnya sendiri.
Aku tidak tahu apakah suatu hari nanti akan ada yang membaca atau menontonnya. Aku juga tidak berharap banyak orang memberi kesan.
Mungkin memang tidak perlu.
Dalam sunyi, aku akan bertumbuh.
Pelan-pelan. Sambil terus membuat peninggalan kecil tentang mimpi seorang manusia yang penuh kekurangan.
Salam.
