When I get lost again and again, I have books. Setiap kali kamu kembali kehilangan arah, setidaknya selalu ada buku yang bisa menemanimu. Barangkali bukan untuk memberikan semua jawaban yang sedang kamu cari, melainkan untuk membuatmu menyadari bahwa hidup tidak selalu harus segera menemukan arah. Terkadang, kamu hanya perlu duduk sebentar, membuka halaman pertama, lalu membiarkan dirimu dibawa ke tempat yang belum pernah kamu kunjungi.
Weekend ini, kamu tidak punya jadwal ke mana-mana. Artinya, kamu akan menghabiskan dua hari di kamar, tanpa agenda perjalanan, tanpa rencana mendaki gunung, mengejar curug, mampir ke toko buku, atau menonton film di bioskop. Hal yang biasanya membuat akhir pekan terasa menyenangkan, kali ini justru tidak ada.
Anehnya, bukan berarti kamu sedang ingin beristirahat. Kamu hanya kehilangan sedikit excitement untuk menyambut akhir pekan. Ada perasaan aneh yang sulit dijelaskan, semacam kebingungan tentang apa yang sebenarnya ingin kamu lakukan.
Biasanya, kamu selalu punya sesuatu untuk dinantikan setiap minggu. Entah perjalanan kecil ke tempat baru, udara dingin di gunung, suara air terjun, atau sekadar berjalan di antara rak-rak toko buku sambil mencari bacaan baru. Tidak harus perjalanan jauh. Kadang, keluar kamar dan melihat suasana yang berbeda saja sudah cukup untuk membuat pikiranmu kembali segar.
Namun, akhir pekan kali ini terasa berbeda.
Ketika Akhir Pekan Tidak Lagi Terasa Menyenangkan
Sebenarnya, ada beberapa hal yang sedang memenuhi pikiranmu. Salah satunya tentang permintaan orang tua agar kamu pulang setiap tiga minggu sekali. Seharusnya, minggu ini sudah menjadi jadwalmu untuk pulang. Namun, entah kenapa, ada perasaan enggan yang masih sulit kamu pahami.
Kamu tidak ingin terburu-buru menyimpulkan apa pun. Pagi tadi, setelah sedikit berdiskusi dengan seorang kawan, kamu mulai menemukan jawaban yang mungkin selama ini belum sempat kamu dengarkan dari dirimu sendiri.
Tentu saja, cerita itu akan kamu tulis di catatan yang berbeda. Sebab, ada beberapa hal yang memang membutuhkan ruang tersendiri untuk diceritakan.
Long story short, kebingungan itu membuatmu bertanya-tanya: akhir pekan ini sebaiknya digunakan untuk apa?
Minggu lalu, kamu juga tidak pergi ke mana-mana. Bedanya, saat itu kamu punya kesibukan yang membuatmu bersemangat. Kamu menghabiskan waktu untuk mengedit video YouTube yang akhirnya bisa kembali kamu rilis setelah tiga tahun vakum.
Dua video berdurasi sekitar 35 menit berhasil kamu edit sampai selesai, kemudian kamu potong menjadi beberapa video pendek. Rasanya menyenangkan bisa kembali mengerjakan sesuatu yang sudah cukup lama terbengkalai.
Tidak berhenti di situ, kamu juga berhasil merapikan blog pribadimu, finsjournal, sampai sekitar 55 persen menuju target optimasi SEO yang kamu inginkan.
Bagi sebagian orang, kegiatan seperti itu mungkin terdengar biasa saja. Namun, buatmu, ada kepuasan tersendiri ketika melihat sesuatu yang sebelumnya berantakan perlahan mulai menemukan bentuknya.
Setidaknya, kamu merasa sedang bergerak menuju sesuatu.
Lalu, kenapa sekarang justru merasa kehilangan arah?
Belajar Menikmati Hari Tanpa Harus Pergi ke Mana-Mana
Beberapa waktu lalu, kamu bertemu dengan seorang teman dan menerima sebuah tantangan yang sebenarnya cukup sederhana, tetapi tidak mudah untuk dijalani: mengurangi intensitas bepergian dan mulai memberikan lebih banyak perhatian pada proyek-proyek jangka panjang.
Kamu tahu, selama ini ada banyak hal yang ingin kamu bangun. Blog, YouTube, tulisan, konten buku, sampai berbagai rencana yang suatu hari ingin kamu wujudkan. Semuanya membutuhkan waktu, tenaga, dan konsistensi.
Masalahnya, kamu juga menyukai perjalanan.
Ada perasaan menyenangkan ketika mengemas barang, menyalakan kendaraan, menentukan tujuan, lalu membiarkan perjalanan membawamu pada pengalaman baru. Kamu suka menemukan tempat yang belum pernah dikunjungi, bertemu orang baru, dan pulang membawa cerita.
Sementara itu, proyek jangka panjang sering kali tidak menawarkan kegembiraan yang sama.
Mengedit video berjam-jam di kamar tidak selalu menyenangkan. Menulis artikel dan memperbaiki SEO juga tidak selalu membuatmu bersemangat. Bahkan, mengerjakan sesuatu yang sebenarnya kamu sukai bisa terasa membosankan ketika hasilnya belum terlihat.
Namun, justru di situlah tantangannya.
Kamu tidak bisa terus-menerus mengandalkan perjalanan untuk merasa hidup. Ada hal-hal yang harus dibangun ketika kamu sedang tidak pergi ke mana-mana. Ada mimpi yang membutuhkanmu untuk duduk lebih lama, menyelesaikan pekerjaan, dan bertahan ketika semuanya terasa monoton.
Kamu tahu itu. Kamu sudah menyetujuinya.
Hanya saja, ketika benar-benar menjalaninya, dampaknya ternyata terasa lebih besar daripada yang kamu bayangkan.
Kamu mulai kehilangan arah, kehilangan kegembiraan yang biasanya muncul ketika akhir pekan tiba, bahkan kebingungan menentukan apa yang ingin dilakukan dengan waktu luangmu sendiri.
Barangkali, kamu sedang belajar menghadapi bagian hidup yang selama ini jarang kamu beri kesempatan untuk tinggal lebih lama: kebosanan.
When I Get Lost Again and Again, I Have Books
Di tengah kebingungan itu, kamu tiba-tiba menyadari sesuatu.
Ketika kehilangan arah, kamu selalu punya buku.
Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi entah kenapa terasa cukup menenangkan. Sebab, selama ini, ketika pikiranmu terlalu ramai dan hidup terasa berjalan tanpa petunjuk yang jelas, membaca selalu menjadi salah satu cara untuk kembali menemukan ketenangan.
Buku memang tidak selalu memberikan jawaban yang kamu butuhkan. Kadang, kamu justru menemukan pertanyaan baru setelah menyelesaikan satu cerita. Namun, setidaknya, membaca membuatmu merasa bahwa kamu tidak benar-benar berhenti bergerak.
Ada sesuatu yang sedang kamu pelajari, meskipun tidak selalu berhubungan langsung dengan persoalan yang sedang kamu hadapi.
Kamu juga baru menyadari bahwa sudah cukup lama kamu tidak membaca secara intens. Stok buku di kamar masih banyak, terutama novel. Buku-buku pengembangan diri yang sebelumnya menemanimu belajar sudah selesai dibaca, tetapi masih ada tumpukan bacaan lain yang menunggu giliran.
Belum lagi daftar wishlist buku yang terus bertambah.
Kadang, kamu merasa lucu sendiri. Buku yang sudah dibeli belum semuanya selesai dibaca, tetapi pikiranmu sudah sibuk merencanakan buku apa lagi yang ingin dibeli.
Bahkan, menjelang ulang tahun kali ini, kamu punya keinginan untuk menghadiahi diri sendiri 32 buku, sesuai usiamu.
Tiga puluh dua buku untuk tiga puluh dua tahun kehidupan. Kedengarannya menyenangkan, meskipun kamu juga tahu bahwa membeli buku dan membacanya sampai selesai adalah dua kegiatan yang berbeda.
Anyway, doakan semoga keinginan itu bisa terwujud, ya.
Untuk sementara, kamu tidak perlu membeli buku baru. Toh, masih ada banyak bacaan yang bisa menemanimu menghabiskan akhir pekan.
Kali ini, pilihanmu jatuh pada serial aksi karya Tere Liye yang sudah kamu beli satu paket sekitar lima bulan lalu. Entah bagaimana, selama itu pula buku-buku tersebut hanya menjadi penghuni rak, menunggu waktu yang tepat untuk dibaca.
Dan ternyata, waktu itu baru datang sekarang.
Tiga Novel dalam Dua Hari
Ada sedikit cerita lucu dari petualangan membacamu kali ini.
Dalam dua hari, kamu berhasil menyelesaikan tiga buku: Pulang, Pergi, dan Pulang-Pergi karya Tere Liye.
Namun, urutan membacanya justru tidak sesuai.
Kamu memulai dari Pergi. Setelah selesai, barulah kamu membaca Pulang. Di tengah membaca buku kedua itu, kamu baru menyadari bahwa ternyata kamu pernah membacanya beberapa waktu lalu.
Jadi, buku yang seharusnya dibaca pertama justru kamu baca belakangan. Tidak apa-apa. Namanya juga manusia, kadang bukan hanya kehilangan arah dalam hidup, urutan membaca buku pun bisa ikut berantakan.
Untungnya, kamu tetap menikmati ceritanya sampai selesai sambil sesekali membuat catatan untuk ulasan buku.
Hari Minggu, petualangan membaca berlanjut ke buku ketiga, Pulang-Pergi.
Sebelum mulai membaca, kamu sempat mengedit beberapa video pendek untuk YouTube finjournals Season 2. Setelah itu, kamu makan siang dan mencari kopi untuk menemani sisa hari.
Sekitar pukul empat sore, kamu duduk di Lordam, Jalan Lamtan, Pare. Kamu memesan V60, membuka buku, lalu mulai membaca.
Awalnya, mungkin kamu hanya berniat menghabiskan beberapa bab sebelum pulang. Namun, cerita demi cerita membuatmu terus membalik halaman. Waktu berjalan tanpa terasa, sampai akhirnya kamu menyadari bahwa malam sudah tiba.
Pukul sembilan malam, satu buku selesai kamu baca hanya dalam sekali duduk.
Lima jam berlalu begitu saja.
Dan kamu baru menyadari sesuatu yang sebenarnya sudah lama kamu ketahui: ternyata kamu bisa sebegitu betahnya ketika membaca.
Tidak ada perjalanan jauh. Tidak ada puncak gunung yang harus dicapai. Tidak ada tempat wisata yang perlu dikunjungi. Kamu hanya duduk, ditemani secangkir kopi dan sebuah buku, tetapi bisa menikmati hari dengan cara yang sederhana.
Barangkali, yang kamu butuhkan selama ini bukan selalu perjalanan baru. Terkadang, kamu hanya perlu menemukan kembali hal-hal yang membuatmu merasa hidup.
Hidup Tidak Selalu Harus Penuh Kesibukan
Ada satu hal yang semakin kamu pahami dari akhir pekan ini.
Hidup tidak selalu harus diisi dengan kegiatan yang menyenangkan. Kamu juga tidak harus terus-menerus mencari pengalaman baru agar merasa bahwa hidupmu sedang berjalan.
Ada masa ketika kamu perlu keluar, melihat dunia, bertemu orang-orang, dan mengumpulkan cerita. Namun, ada pula masa ketika kamu perlu tinggal lebih lama, membaca buku, menyelesaikan pekerjaan, dan memberikan kesempatan kepada dirimu untuk bertumbuh dalam diam.
Keduanya sama pentingnya.
Kamu mungkin merasa kehilangan arah ketika tidak lagi melakukan hal-hal yang biasanya membuatmu bersemangat. Namun, bukan berarti kamu benar-benar kehilangan tujuan. Bisa jadi, kamu hanya sedang belajar menikmati proses yang tidak selalu memberikan kegembiraan secara instan.
Sebab, membangun sesuatu untuk jangka panjang memang berbeda dengan merencanakan perjalanan akhir pekan.
Perjalanan memberikan pengalaman yang bisa langsung kamu rasakan. Sementara itu, proyek jangka panjang sering kali meminta kesabaran sebelum akhirnya memperlihatkan hasil.
Kamu harus belajar menyelesaikan sesuatu meskipun sedang tidak bersemangat. Belajar tetap membaca meskipun tidak sedang mencari jawaban. Belajar bekerja meskipun tidak ada yang melihat. Dan belajar menikmati hari meskipun tidak ada kejadian istimewa yang bisa diceritakan.
Mungkin, salah satu cara untuk memenangkan hidup adalah dengan belajar menghadapi kebosanan tanpa selalu berusaha melarikan diri darinya.
Bukan berarti kamu harus memaksakan diri untuk terus produktif. Istirahat tetap penting. Tidak melakukan apa-apa sesekali juga bukan sebuah kesalahan.
Namun, ketika kebosanan datang, kamu bisa mencoba mencari sesuatu yang membuat hari itu tetap berarti. Membaca buku, menulis beberapa paragraf, menyelesaikan pekerjaan kecil, atau sekadar duduk menikmati kopi tanpa terburu-buru.
Tidak perlu sesuatu yang luar biasa.
Cukup sesuatu yang membuatmu merasa bahwa hari ini tidak berlalu begitu saja.
Jangan Menuntut Makna, Berikan Makna pada Harimu
Dari akhir pekan yang awalnya terasa membingungkan, kamu justru menemukan kembali kesenangan sederhana yang sempat terlupakan.
Kamu tidak perlu pergi jauh untuk merasa bahagia. Kamu tidak harus selalu punya agenda menarik untuk menikmati waktu. Dan kamu tidak harus terus mencari sesuatu di luar dirimu ketika ada banyak hal yang sebenarnya bisa kamu temukan dari apa yang sudah kamu miliki.
Setidaknya, kamu masih punya buku-buku yang belum selesai dibaca. Tulisan yang belum selesai dibuat. Video yang menunggu untuk diedit. Mimpi yang masih ingin diwujudkan. Dan kehidupan yang tetap bisa kamu jalani, bahkan ketika arah berikutnya belum sepenuhnya terlihat.
Barangkali, ketika kamu kembali kehilangan arah, buku-buku itu akan tetap menjadi teman yang baik. Bukan karena semuanya mampu menjawab pertanyaanmu, melainkan karena setiap halaman mengingatkanmu bahwa selalu ada sesuatu yang bisa dipelajari, sesuatu yang bisa dinikmati, dan sesuatu yang bisa membuatmu bertahan sedikit lebih lama.
Jadi, ketika akhir pekan berikutnya datang dan kamu tidak punya rencana ke mana-mana, tidak perlu buru-buru merasa ada yang salah.
Mungkin kamu hanya perlu tinggal sebentar, membuka buku yang sudah lama menunggu, menyeduh kopi, dan membiarkan waktu berjalan sebagaimana mestinya.
Sebab, hidup tidak selalu tentang menemukan hal-hal baru. Terkadang, hidup juga tentang kembali menemukan hal-hal lama yang pernah membuatmu bahagia.
Jangan menuntut setiap harimu memiliki makna yang luar biasa. Berikan makna pada apa pun yang kamu lakukan hari ini.
