Pentingnya menyusun rencana lima tahun ke depan menjadi topik utama saat kamu mengadakan ujian sederhana bersama para member Executive periode Desember 2023 di LTE Cruise, Sekolah Perhotelan dan Kapal Pesiar di Pare, Kediri. Ketimbang memberikan soal grammar atau vocabulary seperti biasanya, kamu mengajak mereka mempresentasikan gambaran masa depan agar langkah dan perjuangan hari ini memiliki arah tujuan yang jelas.
Mungkin muncul pertanyaan, kenapa harus lima tahun? Terkadang kamu terlalu sibuk dengan rutinitas harian hingga lupa bertanya pada diri sendiri akan jadi apa kamu nanti. Setiap orang sebenarnya punya mimpi, entah melanjutkan pendidikan, mendapat pekerjaan yang lebih baik, berbisnis, membeli rumah, atau sekadar hidup tenang. Sayangnya, banyak yang hanya menyimpannya di kepala tanpa duduk memikirkannya atau menyusun langkah nyata.
Membayangkan kehidupan lima tahun ke depan bukanlah tentang kepastian, karena rencana bisa saja berubah seiring hadirnya kesempatan atau kegagalan baru. Namun, memiliki gambaran masa depan itu seperti memegang peta perjalanan; setidaknya kamu tahu arah tujuan agar langkah hari ini tidak sia-sia. Selain itu, mimpi menjadi alasan untuk bertahan saat merasa lelah, malas, atau tidak berkembang. Mengetahui apa yang diperjuangkan membuat langkah kecil hari ini seperti belajar skill baru, membaca buku, atau membangun relasi terasa jauh lebih berarti.
Mimpi juga tidak harus selalu tentang hal besar seperti menjadi CEO atau bergelimang harta. Membantu orang tua, punya pekerjaan yang membahagiakan, tinggal di luar negeri, atau hidup lebih tenang adalah mimpi yang sah karena nilainya diukur dari seberapa berarti hal itu bagimu, bukan penilaian orang lain. Ketika sudah tahu tujuannya, kamu bisa menentukan prioritas tentang apa yang harus dipelajari, dibiasakan, dikurangi, atau dikorbankan mulai hari ini.
Merancang visi masa depan pada dasarnya adalah bentuk dedikasi terbaik yang bisa kamu berikan untuk dirimu sendiri. Ketika kamu berani menuangkan gambaran itu ke dalam kata-kata dan mempresentasikannya di hadapan orang lain, kamu sedang melatih keberanian untuk bertanggung jawab atas arah hidupmu sendiri. Setiap kali kamu melangkah maju, hambatan dan rasa ragu mungkin akan datang menyapa, namun gambaran tujuan yang jelas akan selalu menjadi kompas yang menuntunmu kembali pada lintasan yang tepat.
Proses belajar yang sesungguhnya bukan sekadar menghafal rumus tata bahasa atau memperkaya kosakata di dalam kelas, melainkan bagaimana kamu menggunakan bahasa tersebut sebagai media untuk menyampaikan prinsip, ide, serta cita-cita jiwamu. Saat para member berdiri di depan dan menceritakan impian mereka dalam bahasa Inggris, mereka tidak hanya sedang mengasah keterampilan berbicara, tetapi juga sedang mengetuk pintu masa depan yang mereka cita-citakan dengan penuh percaya diri.
Rencana lima tahun itu sebenarnya dibangun dari keputusan dan tindakan kecilmu saat ini. Jadi, jika belum pernah memikirkannya, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mulai bertanya pada diri sendiri tentang ingin menjadi siapa kamu kelak. Tidak perlu jawaban sempurna, yang penting mulai berpikir dan bergerak. Sebab, waktu lima tahun akan tetap berlalu. Pertanyaannya, kamu ingin tetap menjadi orang yang sama atau menjadi sosok yang sedang kamu perjuangkan hari ini? Semoga tugas exam sederhana ini menjadi dialog batin bagi para member, sehingga lima tahun mendatang mereka bisa tersenyum bangga atas pencapaiannya. Selamat bermimpi dan selamat berjuang.
