Mimpi besar untuk keliling Indonesia sejak lama tinggal dan menetap di dalam kepalamu, sebelum kelak kamu melanjutkan langkah menjelajahi dunia. Bukan sekadar datang, mengambil foto indah, lalu bergegas pulang; kamu ingin benar-benar berjalan lebih jauh untuk mendengarkan cerita lokal dan memahami Nusantara dari jarak yang begitu dekat.
Bukan sekadar datang, berfoto di tempat yang indah, lalu pulang membawa beberapa kenangan. Kamu ingin benar-benar berjalan lebih jauh. Melihat tempat-tempat yang selama ini hanya kamu temui lewat foto dan cerita orang, bertemu orang-orang yang belum pernah kamu kenal, mendengar cerita mereka, dan memahami Indonesia dari jarak yang lebih dekat.
Mungkin itu sebabnya kamu selalu suka traveling, meskipun harus banyak sendirian. Ada sesuatu yang berbeda setiap kali kamu meninggalkan rumah. Kadang yang kamu temukan adalah tempat baru. Kadang justru cerita baru. Dan tidak jarang, kamu pulang dengan membawa pemahaman baru tentang dirimu sendiri.
Kamu suka memotret. Kamu juga suka merekam video. Tapi semakin sering bepergian, kamu merasa bahwa foto dan video bukan sekadar soal mengabadikan pemandangan. Ada cerita di balik setiap tempat. Ada orang-orang yang hidup di sana. Ada kebiasaan, bahasa, makanan, tradisi, bahkan hal-hal kecil yang mungkin tidak akan pernah ditemukan kalau hanya datang sebagai wisatawan.
Karena itu, kalau suatu hari kamu benar-benar bisa keliling Indonesia, kamu tidak ingin hanya mengumpulkan daftar tempat yang pernah kamu kunjungi. Kamu ingin mengumpulkan cerita.
Kamu ingin duduk bersama orang-orang di sebuah desa yang jauh dari kota. Mendengar bagaimana mereka menjalani hidup. Mencicipi makanan yang mungkin belum pernah kamu coba. Belajar beberapa kata dari bahasa daerah mereka. Melihat bagaimana sebuah tradisi tetap hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Kamu ingin pergi ke pantai-pantai yang jauh, naik ke gunung-gunung yang belum pernah kamu daki, menyusuri kota-kota yang ramai, dan sesekali tersesat di jalan kecil menuju tempat yang bahkan tidak ada dalam rencana.
Sebab mungkin justru dari perjalanan-perjalanan yang seperti itu, kamu akan menemukan cerita yang paling menarik.
Indonesia terlalu luas untuk selesai dalam beberapa perjalanan. Ada ribuan pulau, begitu banyak budaya, bahasa, dan kehidupan yang berbeda. Rasanya sayang kalau hidup hanya dihabiskan dengan mengenal sebagian kecil darinya.
Kamu tahu mimpi ini tidak akan terwujud dalam waktu singkat. Akan ada pekerjaan, uang, waktu, dan banyak hal lain yang harus dipikirkan. Tapi kamu tidak keberatan kalau harus pelan-pelan.
Satu tempat dulu. Satu perjalanan dulu. Satu cerita dulu.
Setiap tempat yang kamu tapaki akan membentuk sudut pandang baru, mengikis ego, dan memperluas ruang empati di dalam dadamu. Menyusuri bentangan pulau demi pulau bukan hanya tentang menaklukkan jarak geografis, melainkan sebuah proses pendewasaan spiritual dan emosional yang tak ternilai harganya. Kamu belajar menjadi pendengar yang baik bagi alam dan manusia yang kamu temui di sepanjang jalan.
Ketika kamu berani melangkah keluar dan menyatu dengan lokalitas, kamu akan menyadari betapa hangatnya keramahan masyarakat yang tak pernah kamu duga sebelumnya. Cangkir teh hangat yang disuguhkan oleh warga desa asing, senyuman anak-anak di pesisir pantai, hingga kisah-kisah perjuangan hidup yang dibagikan di atas perahu penyeberangan akan menjadi kekayaan sejati yang terus hidup dalam ingatanmu.
Kamu ingin suatu hari nanti membuka kembali foto-foto dan video yang pernah kamu buat, lalu menyadari bahwa ternyata kamu telah berjalan cukup jauh. Bukan hanya jauh secara jarak, tetapi juga jauh dalam memahami tempat-tempat yang pernah kamu datangi dan orang-orang yang pernah kamu temui.
Mungkin pada akhirnya, keliling Indonesia bukan hanya tentang menemukan Indonesia. Mungkin juga tentang menemukan dirimu sendiri di antara perjalanan-perjalanan itu. Dan kalau suatu hari mimpi ini benar-benar terwujud, kamu ingin pulang membawa lebih dari sekadar foto.
Kamu ingin pulang membawa cerita yang layak untuk diwariskan.
